Di Pesantren Anak Diajari Hidup Sederhana Penuh Akhlak

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Hingga kini pesantren masih terbukti bisa menampakkan kemampuannya kepada dunia bahwa ia secara umum adalah satu-satunya lembaga pendidikan yang bisa menjaga moral akhlak manusia. Dengan disiplin yang khas pesantren mendidik manusia melalui keteladanan keseharian.

Demikian dikatakan KH Syamsur Ro’yi dari Salatiga pada Haflah Akhir Sanah Pesantren Sirojuth Tholibin, Brabo, Grobogan, Sabtu (21/5).

Di Pesantren Anak Diajari Hidup Sederhana Penuh Akhlak


“Tak ada (lembaga) pendidikan yang dapat menyaingi pesantren,” katanya.

Bagaimana tidak? Para kiai dan ibu nyai mendidik secara langsung mengajari dan mendampingi para santrinya di siang hari. Malam harinya mereka sedikit tidur karena banyak melakukan riyadlah dan merintih berdoa kepada Allah dengan berurai air mata demi keshalihan para anak asuhnya.

Menurut alumnus Pesantren API Tegalrejo Magelang dan Pesantren Al-Ittihad Poncol Bringin Semarang ini, kiai pesantren itu didominasi orang-orang yang ikhlas.

“Apa ada kiai pesantren teken kontrak minta dibayar oleh wali santri? Tak ada. Adanya paling hanya untuk membayar listrik, laundry, dan lain sebagainya untuk keperluan santri sendiri. Itulah sebabnya mengapa banyak nur (cahaya) Allah yang diberikan lewat mereka.”

Di samping itu, ia menuturkan berbagai keistimewaan pesantren dalam menjaga moral anak didiknya “Coba buktikan! apa ada anak pesantren terkena narkoba? Tergerus pada pergaulan bebas? Hal ini sangat tak lazim di pesantren hingga detik ini.”
Baca juga: Sarang Narkoba di Penjara, Bukan di Pesantren
Di pesantren, anak diajari makan sederhana supaya tidak terbiasa bermewah-mewahan. Andai saja besok kaya, alhamdulillah. Tapi kalau biasa-biasa saja, sudah dididik dari pesantren. “Gaji pokok DPR itu sebulan Rp 60 juta, belum tunjangan lain, namun mereka masih banyak yang korupsi. Ini karena tamak yang menghinggapi mereka.”

Pesannya, jangan sampai santri mondok sudah berfikir bercita-cita untuk mencari keuntungan dunia. “Jangan sampai mondok bercita-cita jadi buruh. Rezeki itu Allah yang mengatur. Jangan pulang (boyong) kecuali dengan alasan satu, yaitu menikah!” (Mundzir/Alhafiz K) #nu.or.id


Sekian, wassalamu’alaikum.wr.wb

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Di Pesantren Anak Diajari Hidup Sederhana Penuh Akhlak"

Post a Comment